• <span style=”font-siz

  • KELAMATAN DAN KESEHATRAN KERJA (K3)

    Posted on March 7th, 2009 mohammadsholeh No comments

    PENDAHULUAN

     

    Suatu perusahaan yg aman adalah perusahaan yg teratur dan terpelihara dg baik & cepat menjadi terkenal sbg tempat naungan buruh yg baik

    Program keselamatan kerja yg baik adalah program yg terpadu dg pekerjaan sehari-hari (rutin), sehg sukar utk dipisahkan satu sama lainnya

    Pelajaran ini dimaksudkan utk memberi bimbingan kearah pencegahan kecelakaan pd waktu kita bekerja, pertolongan pertama pd kecelakaan dll

    Jenis keselamatan kerja

    1. Keselamatan kerja dalam industri (Industrial Safety)

    2. Keselamatan kerja di pertambangan (Mining Safety)

    3. Keselamatan kerja dalam bangunan (Building & Construction Safety)

    4. Keselamatan kerja lalu lintas (Traffic Safety

    5. Keselamatan kerja penerbangan (Fligh Safety)

    6. Keselamatan kerja kereta api (Railway Safety)

    7. Keselamatan kerja di rumah (Home Safety)

    8. Keselamatan kerja di kantor (Office Safety)

    Arti dan tujuan keselamatan kerja

    Menjamin keadaan, keutuhan & kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah Manusia serta Hasil Karya & Budayanya, tertuju pd Kesejahteraan Masyarakat pd umumnya & manusia pd khususnya

    Yg dimaksud keselamatan kerja

    Ialah keselamatan yg berhubungan dg peralatan, tempat kerja & lingkungan, serta cara-cara melakukan pekerjaan

    Tujuan keselamatan kerja

    1. Melindungi tenaga kerja atas hak keselamatannya dlm melaksanakan pekerjaan

    2. Menjamin keselamatan setiap orang yg berada di tempat kerja

    3. Sumber produksi dipelihara & dipergunakan secara aman & efisien

    Sasaran keselamatan kerja

    1. Mencegah terjadinya kecelakaan

    2. Mencegah timbulnya penyakit akibat pekerjaan

    3. Mencegah/mengurangi kematian

    4. Mencegah/mengurangi cacat tetap

    5. Mengamankan material, konstruksi, pemakaian, pemeliharaan bangunan, alat2 kerja, mesin2, pesawat2, instalasi2 dsbg

    6. Meningkatkan produktifitas kerja tanpa memeras tenaga kerja & menjamin kehidupan produktifnya

    7. Mencegah pemborosan tenaga kerja, modal, alat2 & sumber2 produksi lainnya sewaktukerja dsbgnya

    8. Menjamin tempat kerja yg sehat, bersih, nyaman & aman shg dpt menimbulkan kegembiraan semangat kerja

    9. Memperlancar, meningkatkan & mengamankan produksi, industri serta pembangunan

    Kecelakaan-kecelakaan akibat kerja dpt dicegah

    1. Peraturan perundangan

    2. Standarisasi

    3. Pengawasan

    4. Penelitian bersifat teknis

    5. Riset medis

    6. Penelitian psikologis

    7. Penelitian secara statistik

    8. Pendidikan & latihan2

    9. Penggairahan

    10. Asuransi, &

    11. Usaha keselamatan pd tingkat perusahaan

    Tenaga kerja ?

    Adalah tiap orang yg mampu melakukan pekerjaan baik di dalam maupun di luar hubungan kerja guna menghasilkan jasa atau barang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat

    Catatan : Arti tenaga kerja disini sangatlah luas, meliputi semua pejabat negara seperti Presiden, MPR, DPR, TNI, pengusaha, buruh, pekerja dsb

    Tempat kerja

    Ialah ruangan atau lapangan, tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap, dimana tenaga kerja untuk suatu keperluan suatu usaha dan dimana terdapat sumber atau sumber-sumber bahaya, termasuk tempat kerja ; semua ruangan, lapangan, halaman dan sekelilingnya yg merupakan bagian atau yg berhubungan dg tempat kerja tsb

    Tempat kerja meliputi darat, laut, dalam tanah & air serta udara

    Pekerja harus !

    1. Menaati peraturan dan instruksi

    2. Memperhatikan instruksi untuk bekerja benar dan aman

    3. Bertindak benar, tepat pada waktu terjadi kecelakaan

    4. Segera melapor kepada instruktur bila terjadi kecelakaan

    5. Menerangkan penyebab terjadinya kecelakaan atau kerusakan

    Syarat-syarat keselamatan kerja

    a. Mencegah dan mengurangi kecelakaan

    b. Mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran

    c. Mencegah dan mengurangi bahaya peledakan

    d. Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian lain yg berbahaya

    e. Memberi pertolongan pada kecelakaan

    f. Memberi alat perlindungan diri kepada para pekerja

    g. Mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebar luasnya suhu, kelembaban, debu, kotoran, asap, uap, gas, hembusan angin, cuaca sinar atau radiasi, suara dan getaran

    h. Mencegah dan mengendalikan timbulnya

    penyakit akibat kerja, baik fisik maupun psikis, peracunan infeksi dan penularan

    i. Memperoleh penerangan yg cukup & sesuai

    J. Menyelenggarakan udara yg cukup

    k. Menyelenggarakan suhu & lembab udara yg baik

    l. Memelihara kebersihan, keselamatan & kebersihan

    m. Memperoleh keserasian antara tenaga kerja dan alat kerja

    n. Mengamankan & memperlancar pengangkutan orang, hewan, tanaman dan barang

    o. Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan

    p. Mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat, perlakuan dan penyimpanan barang

    q. Mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya

    r. Menyesuaikan dan mempergunakan pengamanan pada pekerjaan yg berbahaya

    Pengaruh buruk lingkungan terhadap keselamatan kerja

    Ø Perkembangan dan kemajuan industri mengakibatkan bertambahnya pencemaran lingkungan

    Ø Pencemaran tersebut adalah akibat pembuangan sisa-sisa pabrik selama atau sesudah proses industri berlangsung

    Ø Buangan ini dapat berbentuk gas, air, padat, panas, radiasi, bunyi dll

    Ø Pada permulaan perkembangan industri belum terasa pengaruh buruk yg timbul. Akan tetapi makin lama makin terasa kerugian-kerugian yg ditimbulkan akibat makin banyaknya zat buangan dari pabrik-pabrik (Industri)

    Ø Pabrik-pabrik membuang kotoran & zat-zat kimia ke sungai. Sungai tercemar yg mengakibatkan kehidupan ganggang, ikan & hewan-hewan terganggu dan seterusnya mempengaruhi penyediaan makanan bagi umat manusia

    Ø Pengotoran udara menyebabkan kesehatan manusia terganggu. Begitu pula tumbuh-tumbuhan dapat dirusak oleh gas-gas buangan tersebut. Menurut pengalaman, pengotoran air dan udaralah yag paling buruk bagi kesehatan makhluk yg hidup

    Ø Seperti pepatah mengatakan, ‘lebih baik mencegah daripada mengobatinya’, begitu pula dengan pencemaran, lebih baik mencegahnya daripada memperbaiki yg diakibatkannya. Akibat dari pencemaran industri menjadi sangat serius, sehingga setiap pencemaran yg dilakukannya lambat atau cepat harus dibayar akibatnya

    Ø Pada dasarnya pemulihan kerusakan oleh pencemaran industri memakan waktu yg lama & biaya yg besar. Oleh karena itu adalah lebih baik kita memikirkan hal tersebut, jauh-jauh sebelum terlanjur, agar dengan mempergunakan pengalaman negari-negara lain yg perindustriannya lebih maju kita dapat mengurangi kesalahan-kesalahan yg diperbuat oleh mereka yg industrinya telah berkembang

  • RPP alat mesin sortasi

    Posted on March 5th, 2009 mohammadsholeh No comments

    RPP alat mesin sortasi

    RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

    ( RPP )

     

     

    Mata Pelajaran : Pengoperasian Alat Mesin Penanganan Hasil Pertanian ( PAM PHP)

    Kelas / Semester : 11/gasal/genap

    Alokasi Waktu : 8 Jam Pelajaran

    Standar Kompetensi : Mengoperasikan alat mesin sortasi gabah dan beras pecah kulit (paddy separator)

    Kompetensi Dasar : 1. Mempersiapkan pekerjaan sortasi

    2. Memasang ayakan

    3. Mengoperasikan alat mesin sortasi

    4. Menyelesaikan pekerjaan dan merawat alat mesin sortasi

    Indikator :

    1) Prosedur pemeriksaan kondisi dan kelengkapan alat mesin sortasi gabah dan beras pecah kulit (paddy separator) dikuasai dengan benar sesuai Buku Petunjuk

    2) Kesiapan alat mesin sortasi gabah dan beras pecah kulit diperiksa secara teliti

    3) Kondisi gabah dan beras pecah kulit dikenali dengan baik untuk meningkatkan efisiensi pengoperasian alat mesin

    4) Faktor-faktor yang menyebabkan gangguan dan kecelakaan diidentifikasi dan diambil tindakan sesuai prosedur keselamatan kerja

    5) Prosedur pemasangan ayakan dikuasai dengan benar sesuai Buku Petunjuk

    6) Alat mesin sortasi gabah dan beras pecah kulit diidentifikasi dan dibedakan berdasarkan spesifikasi teknis dan kapasitas.

    7) Karakteristik alat mesin sortasi gabah dan beras pecah kulit diidentifikasi dan dibedakan berdasarkan spesifikasi teknis dan kapasitas

    8) Faktor-faktor yang menyebabkan gangguan dan kecelakaan diidentifikasi dan diambil tindakan sesuai prosedur keselamatan kerja

    9) Prosedur pengoperasian alat mesin sortasi gabah dan beras pecah kulit dikuasai dengan benar sesuai Buku Petunjuk.

    10) Alat mesin sortasi gabah dan beras pecah kulit dioperasikan dengan benar dengan meminimalkan kehilangan waktu kerja

    11) Faktor-faktor yang menyebabkan gangguan dan kecelakaan diidentifikasi dan diambil tindakan sesuai prosedur keselamatan kerja

    12) Kondisi akhir sortasi diperoleh sesuai standar

    13) Prosedur perawatan alat mesin sortasi gabah dan beras pecah kulit udara dikuasai dengan benar sesuai Buku Petunjuk

    14) Alat mesin sortasi gabah dan beras pecah kulit diperiksa secara teliti, terutama pada bagian yang bergerak relatif

    15) Kerusakan ringan segera diperbaiki agar alat mesin sortasi gabah dan beras pecah kulit berfungsi dengan baik dan layak untuk dioperasikan

    16) Mengisi formulir laporan pekerjaan yang telah ditentukan

     

     

    I Tujuan Pembelajaran :

     

    1) siswa dapat memahami teori dasar sortasi gabah dan beras pecah kulit (paddy separator)

    2) siswa dapat menjelaskan macam, jenis dan fungsi alat mesin sortasi gabah dan beras pecah kulit (paddy separator)

    3) siswa dapat menyebutkan bagian-bagian alat mesin sortasi gabah dan beras pecah kulit (paddy separator)

    4) siswa dapat menjelaskan prinsip kerja, mekanisme kerja, spesifikasi, gangguan kerja ringan dan cara mengatasinya pada alat mesin sortasi gabah dan beras pecah kulit (paddy separator)

    5) siswa dapat mengoperasikan alat mesin sortasi gabah dan beras pecah kulit (paddy separator) sesuai prosedur

    6) siswa mampu bekerja sesuai dengan keselamatan kerja

     

    II Materi Ajar

     

    PADDY SEPARATOR

    I. Fungsi » untuk memisah / mensortasi antara beras utuh, beras

    Patah / pecah, dan beras menir (hancur)

    » Utuk memisahkan antara gabah dan beras.

    II. Bagian – bagian Alat / mesin

    1. Hopper : menampung bahan yang akan di pisakkan

    2. saluran pemasukan bahan dari hopper ke nampan pemisah

    3. Nampan (ada 5 buah ) : untuk memisahkan bahan

    4. Pengatur pengeluaran hasil (ada 2) : Untuk mengatur pengeluaran

    hasil

    5. Tangkai pembuka : untuk membuka saluran pengeluaran

    saluran pengeluaran ada 3 :

    Saluran 1: saluran pengeluaran beras utuh

    Saluran 2: beras patah / pecah

    Saluran 3: menir / broken

    6. Tangkai pengatur kemiringan nampan pemisah : untuk mengatur

    Ktinggian dan kemiringan

    7. Motor listrik : sebagai sumber tenaga penggerak

    8. Poros engkol / eksentrik : merubah gerak putar menjadi gerak naik,

    turun dan maju mundur

    III. Prinsip kerja

    Pemisakan bahan berdasarkan gerakan alat naik turun, maju mundur yang sangat cepat (gerak arah alat) yang dipengaruhi oleh kecepatan putaran kemiringan nampan, berat jenis bahan, daya lenting bahan dan lekukan nampan.

    IV. Mekanisme kerja

    1» Menyiapkan alat dan bahan

    2» Mengatur kemiringan nampan

    3» Memasukan bahan ke hopper

    4» Menghidupkan motor penggerak

    5» Mengatur saluran pengeluaran

    6» Menampan bahan pada masing- masing saluran pengeluaran

    7» Matikan motor penggerak dan bersikan alatnya

    Gangguan Kerja

    Cara mengatasi

     

     

     

     

     

     

     

     

    VI. Spesifikasi alat

    SATAKE

    PADDY SEPARATOR

    TYPE: R,PS Class: 10A

    KW : 0,4 RPM: 200

    No: 171201344

    SATAKE ENGEENERING co. LTD

    HEAD OFFICE: Ueno Taito – ku Tokyo

    HEAD FACTORY: HIGASHIHIROSHIMA – SHI

    MADE IN JAPAN

    VII. Keselamatan kerja :

    VIII. Data lain :

     

    III Metode Pembelajaran

    · ceramah

    · tanyajawab

    · diskusi

    · demonstrasi

    · kerja kelompok

    · proyek

    · tugas

    · praktikum

     

    IV Langkah-langkah Pembelajaran

    1 Kegiatan Awal

    – ucapan salam

    – melakukan presensi siswa

    – menyapaikan pokok materi

    – pre tes secara lisan

    2 Kegiatan Inti

    – menerangkan tentang teori dasar sortasi gabah dan beras pecah kulit (paddy separator)

    – menerangkan macam, jenis dan fungsi alat mesin sortasi gabah dan beras pecah kulit (paddy separator)

    – menerangkan bagian-bagian alat mesin sortasi gabah dan beras pecah kulit (paddy separator)

    – menerangkan prinsip kerja, mekanisme kerja, spesifikasi, gangguan kerja ringan dan cara mengatasinya pada alat mesin sortasi gabah dan beras pecah kulit (paddy separator)

    – menerangkan dan memperagakan cara pengoperasikan alat mesin sortasi gabah dan beras pecah kulit (paddy separator) sesuai prosedur

    – menerangkan keselamatan kerja

    3 Kegiatan Akhir

    – pos tes secara lisan

    – pemberian tugas

    – ucapan salam

     

    V Alat / Bahan Pembelajaran

    Alat Pembelajaran

    1. PADY SEPARATOR

    2. kelengkapannya

    Bahan Pembelajaran

    · teori dasar sortasi gabah dan beras pecah kulit (paddy separator)

    · Bentuk, Macam dan fungsi

    · Prinsip dan mekanisme kerja

    · Spesifikasi dan bagian-bagian

    · Gangguan dan cara mengatasi

    · Keselamatan kerja

    · Sifat dan bhp

    · Persiapan bhp

    · Karakteristik alat mesin

    · Langkah kerja

    · penyetelan

    · Factor-faktor yang mempengaruhi

    · Perawatan berkala

    · Pengecekan dan penyetelan

    · Penyebab kerusakan dan akibatnya

    · Teknik perbaikan

    · Peraturan keselamatan kerja

     

    VI Penilaian :

     

    1). Tes Lisan

     

    Jelaskan , tunjukkan, Bentuk, Macam, fungsi, Prinsip, mekanisme kerja, Spesifikasi, bagian-bagian, Gangguan, cara mengatasi dan Keselamatan kerja !

     

    2). Tes Tulis

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    Sukorambi, 13 Nopember 2010

    Kepala Sekolah                                    Guru

    Drs. Rinoto, M.Si. Mohammad Sholeh

    Nip:                                            Nip. 131470348

  • RPP Mengoperasikan alat mesin penggiling

    Posted on March 5th, 2009 mohammadsholeh No comments

    RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

    ( RPP )

     

    Mata Pelajaran : Pengoperasian Alat Mesin Penanganan Hasil Pertanian ( PAM PHP)

    Kelas / Semester : 11/gasal/genap

    Alokasi Waktu : 8 Jam Pelajaran

    Standar Kompetensi : Mengoperasikan alat mesin penggiling (grinder)

    Kompetensi Dasar : 1. Mempersiapkan pekerjaan penggilingan

    2. Memasang penggiling

    3. Mengoperasikan alat mesin penggiling

    4. Menyelesaikan pekerjaan dan merawat alat mesin penggiling

    Indikator :

    1. Prosedur pemeriksaan kondisi dan kelengkapan alat mesin penggiling (grinder) dikuasai dengan benar sesuai Buku Petunjuk
    2. Kesiapan alat mesin penggiling diperiksa secara teliti
    3. Kondisi material dikenali dengan baik untuk meningkatkan efisiensi pengoperasian alat mesin
    4. Faktor-faktor yang menyebabkan gangguan dan kecelakaan diidentifikasi dan diambil tindakan sesuai prosedur keselamatan kerja
    5. Prosedur pemasangan tipe grinder dikuasai dengan benar sesuai Buku Petunjuk
    6. Alat mesin penggiling diidentifikasi dan dibedakan berdasarkan spesifikasi teknis dan kapasitas.
    7. Karakteristik grinder diidentifikasi dan dibedakan berdasarkan spesifikasi teknis dan kapasitas
    8. Faktor-faktor yang menyebabkan gangguan dan kecelakaan diidentifikasi dan diambil tindakan sesuai prosedur keselamatan kerja
    9. Prosedur pengoperasian alat mesin penggiling dikuasai dengan benar sesuai Buku Petunjuk.
    10. Alat mesin penggiling dioperasikan dengan benar dengan meminimalkan kehilangan waktu kerja
    11. Faktor-faktor yang menyebabkan gangguan dan kecelakaan diidentifikasi dan diambil tindakan sesuai prosedur keselamatan kerja
    12. Kondisi akhir penggilingan diperoleh sesuai standar
    13. Prosedur perawatan alat mesin penggiling dikuasai dengan benar sesuai Buku Petunjuk
    14. Alat mesin penggiling diperiksa secara teliti, terutama pada bagian yang bergerak relatif
    15. Kerusakan ringan segera diperbaiki agar alat mesin penggiling berfungsi dengan baik dan layak untuk dioperasikan
    16. Mengisi formulir laporan pekerjaan yang telah ditentukan

     

    I Tujuan Pembelajaran :

     

    1. siswa dapat memahami teori dasar penggiling (grinder)
    2. siswa dapat menjelaskan macam, jenis dan fungsi alat mesin penggiling (grinder)
    3. siswa dapat menyebutkan bagian-bagian alat mesin penggiling (grinder)
    4. siswa dapat menjelaskan prinsip kerja, mekanisme kerja, spesifikasi, gangguan kerja ringan dan cara mengatasinya pada alat mesin penggiling (grinder)
    5. siswa dapat mengoperasikan alat mesin penggiling (grinder) sesuai prosedur
    6. siswa mampu bekerja sesuai dengan keselamatan kerja

     

    II Materi Ajar

    GRINDER MILL

    I. Fungsi

    Untuk menghancurkan atau membuat bahan menjadi halus, seperti kedelai, jagung dan beras

    II. Bagian-bagian alat/mesi

    1. Hopper : Tempat menampung bahan sebelum digiling

    2. Stator : bagian yang tidak bergerak

    3. Rotor : bagian yang bergerak

    4. Grinder :batu penghancur (ada dua yg bergerak dan yg diam)

    5. Pintu pemasukan : untuk mengatur pemasukan bahan ke grinder

    6. Pulley : tempat sabuk/ V belt

    7. V belt : sabuk penghubung dua buah pulley

    8. Motor Bensin : sebagai sumber tenaga penggerak

    9. saluran pengeluaran : tempat penyaluran bahan yang telah digiling

    10. Tangkai Pengunci ; untuk mengunci stator (tutup grinder)

     

    III. Spesifikasi

    IV. Mekanisme Kerja

    1. menyiapkan alat dan bahan

    2. sebelum menghidupkan motor, periksa dulu bahan bakar, olie, busi, karburator dan pendingin

    3. hidupkan motor

    4. masukkan bahan ke hopper

    5. alirkan bahan ke grinder

    6. tampung hasil penghancuran

    7. setelah selesai, matikan motor

    8. bersihkan alat/mesin dan lingkungan sekitarnya

     

    V. Gangguan Kerja

    VI. Cara mengatasi

    VII. Keselamatan Kerja

    VIII. Data-data lain

     

    III Metode Pembelajaran

    · ceramah

    · tanyajawab

    · diskusi

    · demonstrasi

    · kerja kelompok

    · proyek

    · tugas

    · praktikum

     

    IV Langkah-langkah Pembelajaran

    1 Kegiatan Awal

    – ucapan salam

    – melakukan presensi siswa

    – menyapaikan pokok materi

    – pre tes secara lisan

    2 Kegiatan Inti

    – menerangkan tentang teori dasar penggiling (grinder)

    – menerangkan macam, jenis dan fungsi alat mesin penggiling (grinder)

    – menerangkan bagian-bagian alat mesin penggiling (grinder)

    – menerangkan prinsip kerja, mekanisme kerja, spesifikasi, gangguan kerja ringan dan cara mengatasinya pada alat mesin penggiling (grinder)

    – menerangkan dan memperagakan cara pengoperasikan alat mesin penggiling (grinder) sesuai prosedur

    – menerangkan keselamatan kerja

    3 Kegiatan Akhir

    – pos tes secara lisan

    – pemberian tugas

    – ucapan salam

     

    V Alat / Bahan Pembelajaran

    Alat Pembelajaran

    1. penggiling (grinder)

    2. kelengkapannya

    Bahan Pembelajaran

    · Bentuk, Macam dan fungsi

    · Prinsip dan mekanisme kerja

    · Spesifikasi dan bagian-bagian

    · Gangguan dan cara mengatasi

    · Keselamatan kerja

    · Sifat dan bhp

    · Persiapan bhp

    · Karakteristik alat mesin

    · Langkah kerja

    · penyetelan

    · Factor-faktor yang mempengaruhi

    · Perawatan berkala

    · Pengecekan dan penyetelan

    · Penyebab kerusakan dan akibatnya

    · Teknik perbaikan

    · Peraturan keselamatan kerja

     

    VI Penilaian :

     

    1). Tes Lisan

     

    Jelaskan , tunjukkan, Bentuk, Macam, fungsi, Prinsip, mekanisme kerja, Spesifikasi, bagian-bagian, Gangguan, cara mengatasi dan Keselamatan kerja !

     

    2). Tes Tulis

     

    Sukorambi, 13 Nopember 2010

    Kepala Sekolah                                        Guru

    Drs. Rinoto, M.Si. Mohammad Sholeh

    Nip:                                                Nip. 131470348

  • RPP Pengoperasian alat mesin pembungkus dan pengemas

    Posted on March 5th, 2009 mohammadsholeh No comments

    RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

    ( RPP )

     

    Mata Pelajaran : Pengoperasian Alat Mesin Penanganan Hasil Pertanian ( PAM PHP)

    Kelas / Semester : 11/gasal/genap

    Alokasi Waktu : 8 Jam Pelajaran

    Standar Kompetensi : Pengoperasian alat mesin pembungkus dan pengemas

    Kompetensi Dasar : Mengoperasikan alat mesin pembungkus dan pengemas

    Indicator : Mampu mengoperasikan alat mesin pembungkus dan pengemas

     

    I Tujuan Pembelajaran :

     

    1 siswa dapat menyebutkan fungsi mesin alat pembungkus dan pengemas

    2 siswa dapat menjelaskan macam, jenis mesin alat pembungkus dan pengemas

    3 siswa dapat menyebutkan bagian-bagian alat mesin pembungkus dan pengemas

    4 siswa dapat menjelaskan prinsip kerja, mekanisme kerja, spesifikasi, gangguan kerja ringan dan cara mengatasinya pada alat mesin pembungkus dan pengemas

    5 siswa dapat mengoperasikan alat mesin pembungkus dan pengemas

    6 siswa dapat menghitung prosentase overlap dalam menghitung kekuatan sambungan kaleng

    7 siswa mampu bekerja sesuai dengan keselamatan kerja

     

    II Materi Ajar

     

    Mesin/alat pembungkus dan pengemas adalah mesin/alat yang digunakan untuk proses pembungkusan dan pengemasan suatu produk

    Macam mesin alat pembungkus dan pengemas :

    1. mesin/alat pembuat kaleng

    2. mesin/alat penutup botol

    3. mesin/alat penutup kantong plastik (bagging machine)

    4. mesin/alat pengelak plastic

    Mesin/alat pembuat badan kaleng terdiri dari :

    1. shearing machine
    2. double punching machine
    3. rolling machine
    4. power borning press
    5. auto flanging machine

    Mesin/alat pembuat tutup kaleng

    1. pembuat tutup kaleng dengan tangan
    2. pembuat tutupkaleng otomatis (inclinable and cluring machine)

    Prosentase overlap adalah prosentase tekukan antara badan kaleng dengan tutup kaleng lekukan ganda.

    Dengan rumus : Prosentase overlap = a / b x 100 %

    Keterangan :

    . a = X+Y+(1,1)TTK-TL

    . b = TL-(2,2)TTK-(1,1)TBK

    X = tekukan badan kaleng

    Y = tekukan tutup kaleng

    TL = tinggi lipatan

    TTK = tebal tutup kaleng

    TBK = tebal badan kaleng

    Mesin/alat penutup botol

    1. penutup botol dengan tangan (sederhana)
    2. penutup botol otomatis

    Mesin alat penutup kantong/karung (bagging machine)

    1. Portable

    tanpa konveyor

    dengan konveyor

    1. Komersiel

    Mesin/alat pengelak plastic

    1. pengelak sederhana
    2. pengelak vacum

     

    III Metode Pembelajaran

     

    · ceramah

    · tanyajawab

    · diskusi

    · demonstrasi

    · kerja kelompok

    · proyek

    · tugas

    · praktikum

     

    IV Langkah-langkah Pembelajaran

     

    1 Kegiatan Awal

    – ucapan salam

    – melakukan presensi siswa

    – menyampaikan pokok materi

    – pre tes secara lisan

    2 Kegiatan Inti

    – menerangkan tentang fungsi alat/mesin pembungkus dan pengemas

    – menerangkan macam, jenis pembungkus dan pengemas

    – menerangkan bagian-bagian alat mesin pembungkus dan pengemas

    – menerangkan prinsip kerja, mekanisme kerja, spesifikasi, gangguan kerja ringan dan cara mengatasinya pada alat mesin pembungkus dan pengemas

    – menerangkan dan memperagakan cara pengoperasikan alat mesin pembungkus dan pengemas sesuai prosedur

    – menerangkan keselamatan kerja

     

    3 Kegiatan Akhir

    – pos tes secara lisan

    – pemberian tugas

    – ucapan salam

     

    V Alat / Bahan Pembelajaran

     

    Alat Pembelajaran

    1. mesin/alat pembuat kaleng

    2. mesin/alat penutup botol

    3. mesin/alat penutup kantong plastik (bagging machine)

    4. mesin/alat pengelak plastic

    Bahan Pembelajaran

    · menghitung overlap kaleng

    · Bentuk, Macam dan fungsi

    · Prinsip dan mekanisme kerja

    · Spesifikasi dan bagian-bagian

    · Gangguan dan cara mengatasi

    · Keselamatan kerja

    · Sifat dan bhp

    · Persiapan bhp

    · Karakteristik alat mesin

    · Langkah kerja

    · penyetelan

    · Factor-faktor yang mempengaruhi

    · Perawatan berkala

    · Pengecekan dan penyetelan

    · Penyebab kerusakan dan akibatnya

    · Teknik perbaikan

    · Peraturan keselamatan kerja

     

     

    VI Penilaian :

     

    1). Tes Lisan

     

    Jelaskan , tunjukkan, Bentuk, Macam, fungsi, Prinsip, mekanisme kerja, Spesifikasi, bagian-bagian, Gangguan, cara mengatasi dan Keselamatan kerja !

     

     

     

     

    2). Tes Tulis

     

    1. berikan pengertian istilah berikut :

    – shearing machine

    – double punching machine

    – rolling machine

    – power borning press

    – auto flanging machine

    2.

     

    Sukorambi, 13 Nopember 2010

    Kepala Sekolah                                         Guru

    Drs. Rinoto, M.Si. Mohammad Sholeh

    Nip:                                                   Nip. 131470348

  • RPP Mengoperasikan alat mesin pemipil jagung

    Posted on March 5th, 2009 mohammadsholeh No comments

    RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

    ( RPP )

     

     

    Mata Pelajaran : Pengoperasian Alat Mesin Penanganan Hasil Pertanian ( PAM PHP)

    Kelas / Semester : 11/gasal/genap

    Alokasi Waktu : 8 Jam Pelajaran

    Standar Kompetensi : Mengoperasikan alat mesin pemipil jagung tipe piringan

    Kompetensi Dasar : 1. Mempersiapkan pekerjaan pemipilan jagung

    2. Memasang piringan

    3. Mengoperasikan alat mesin pemipil jagung tipe piringan

    4. Menyelesaikan pekerjaan dan merawat alat mesin pemipil jagung tipe piringan

    Indikator :

     

    1) Prosedur pemeriksaan kondisi dan kelengkapan alat mesin pemipil jagung tipe piringan dikuasai dengan benar sesuai Buku Petunjuk

    2) Kesiapan alat mesin pemipil jagung tipe piringan diperiksa secara teliti

    3) Alat mesin pemipil jagung tipe piringan dibawa dari garasi ke lahan dengan benar

    4) Kondisi jagung dikenali dengan baik untuk meningkatkan efisiensi pengoperasian alat mesin

    5) Faktor-faktor yang menyebabkan gangguan dan kecelakaan diidentifikasi dan diambil tindakan sesuai prosedur keselamatan kerja

    6) Prosedur pemasangan piringan dikuasai dengan benar sesuai Buku Petunjuk

    7) Alat mesin pemipil jagung tipe piringan diidentifikasi dan dibedakan berdasarkan spesifikasi teknis dan kapasitas.

    8) Karakteristik piringan diidentifikasi dan dibedakan berdasarkan spesifikasi teknis dan kapasitas

    9) Faktor-faktor yang menyebabkan gangguan dan kecelakaan diidentifikasi dan diambil tindakan sesuai prosedur keselamatan kerja

    10) Prosedur pengoperasian alat mesin pemipil jagung tipe piringan dikuasai dengan benar sesuai Buku Petunjuk.

    11) Alat mesin pemipil jagung tipe piringan dioperasikan dengan benar dengan meminimalkan kehilangan waktu kerja

    12) Faktor-faktor yang menyebabkan gangguan dan kecelakaan diidentifikasi dan diambil tindakan sesuai prosedur keselamatan kerja

    13) Kondisi akhir pemipilan jagung diperoleh sesuai standar

    14) Prosedur perawatan alat mesin pemipil jagung tipe piringan dikuasai dengan benar sesuai Buku Petunjuk

    15) Alat mesin pemipil jagung tipe piringan diperiksa secara teliti, terutama pada bagian yang bergerak relatif

    16) Kerusakan ringan segera diperbaiki agar alat mesin pemipil jagung tipe piringan berfungsi dengan baik dan layak untuk dioperasikan

    17) Mengisi formulir laporan pekerjaan yang telah ditentukan

     

    I Tujuan Pembelajaran :

     

    1) siswa dapat memahami teori dasar pemipil jagung tipe piringan

    2) siswa dapat menjelaskan macam, jenis dan fungsi alat mesin pemipil jagung tipe piringan

    3) siswa dapat menyebutkan bagian-bagian alat mesin pemipil jagung tipe piringan

    4) siswa dapat menjelaskan prinsip kerja, mekanisme kerja, spesifikasi, gangguan kerja ringan dan cara mengatasinya pada alat mesin pemipil jagung tipe piringan

    5) siswa dapat mengoperasikan alat mesin pemipil jagung tipe piringan sesuai prosedur

    6) siswa mampu bekerja sesuai dengan keselamatan kerja

     

    II Materi Ajar

    PEMIPIL JAGUNG

    I—Fungsi

    Untuk melepaskan biji jagung dari janggelnya

     

    II—Bagian – bagian Alat

    1. Hopper ~ untuk menampung bahan
    2. Silrnoir / ruang pemipil ~ untuk memipil jagung dan memisahkan dari kotoran dan janggel
    3. Saluran penggeluaran hasil pemipilan ~ untuk menampung jagung yang dipipilkan
    4. saluran pengeluaran janggel ~ menampung pengeluaran dari pada janggel

     

    III—Prinsip Kerja

    Pemipilan jagung oleh silinderbewrgigi yang berputar

     

    IV—Mekanisme Kerja

    1. menyiapkan alat dan bahan
    2. menghidupkan motor
    3. memasukkan tongkol jagung
    4. menampung hasil jagung pipilan dan janggel
    5. setelah selesai dibersihkan

     

    V —

    Gangguan Kerja

     

     

     

     

     

     

    VI—

    Cara mengatasi

     

     

     

     

     

     

     

    VII—Keselamatan kerja

    VIII—Spesifikasi Alat

    IX—Data lain

     

    III Metode Pembelajaran

    · ceramah

    · tanyajawab

    · diskusi

    · demonstrasi

    · kerja kelompok

    · proyek

    · tugas

    · praktikum

     

    IV Langkah-langkah Pembelajaran

    1 Kegiatan Awal

    – ucapan salam

    – melakukan presensi siswa

    – menyapaikan pokok materi

    – pre tes secara lisan

    2 Kegiatan Inti

    – menerangkan tentang teori dasar pemipil jagung tipe piringan

    – menerangkan macam, jenis dan fungsi alat mesin pemipil jagung tipe piringan

    – menerangkan bagian-bagian alat mesin pemipil jagung tipe piringan

    – menerangkan prinsip kerja, mekanisme kerja, spesifikasi, gangguan kerja ringan dan cara mengatasinya pada alat mesin pemipil jagung tipe piringan

    – menerangkan dan memperagakan cara pengoperasikan alat mesin pemipil jagung tipe piringan sesuai prosedur

    – menerangkan keselamatan kerja

    3 Kegiatan Akhir

    – pos tes secara lisan

    – pemberian tugas

    – ucapan salam

     

    V Alat / Bahan Pembelajaran

    Alat Pembelajaran

    1. pemipil jagung tipe piringan

    2. kelengkapannya

    Bahan Pembelajaran

    · Bentuk, Macam dan fungsi

    · Prinsip dan mekanisme kerja

    · Spesifikasi dan bagian-bagian

    · Gangguan dan cara mengatasi

    · Keselamatan kerja

    · Sifat dan bhp

    · Persiapan bhp

    · Karakteristik alat mesin

    · Langkah kerja

    · penyetelan

    · Factor-faktor yang mempengaruhi

    · Perawatan berkala

    · Pengecekan dan penyetelan

    · Penyebab kerusakan dan akibatnya

    · Teknik perbaikan

    · Peraturan keselamatan kerja

     

    VI Penilaian :

     

    1). Tes Lisan

     

    Jelaskan , tunjukkan, Bentuk, Macam, fungsi, Prinsip, mekanisme kerja, Spesifikasi, bagian-bagian, Gangguan, cara mengatasi dan Keselamatan kerja !

     

    2). Tes Tulis

     

    Sukorambi, 13 Nopember 2010

    Kepala Sekolah                                             Guru

    Drs. Rinoto, M.Si. Mohammad Sholeh

    Nip:                                                      Nip. 131470348

  • RPP Mengoperasikan alat mesin pemutih dan pengkilap

    Posted on March 5th, 2009 mohammadsholeh No comments

    RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

    ( RPP )

     

     

    Mata Pelajaran : Pengoperasian Alat Mesin Penanganan Hasil Pertanian ( PAM PHP)

    Kelas / Semester : 11/gasal/genap

    Alokasi Waktu : 8 Jam Pelajaran

    Standar Kompetensi : Mengoperasikan alat mesin pemutih dan pengkilap beras (whitener, polisher, and humidifyer)

    Kompetensi Dasar : 1. Mempersiapkan pekerjaan pemutihan dan pengkilapan beras

    2. Memilih jenis whitener, polisher, dan humidifier

    3. Mengoperasikan alat mesin pemutih dan pengkilap beras

    4. Menyelesaikan pekerjaan dan merawat alat mesin pemutih dan pengkilap beras

    Indikator :

    1. Prosedur pemeriksaan kondisi dan kelengkapan alat mesin pemutih dan pengkilap beras (whitener, polisher, and humidifyer) dikuasai dengan benar sesuai Buku Petunjuk
    2. Kesiapan alat mesin pemutih dan pengkilap beras diperiksa secara teliti
    3. Kondisi beras dikenali dengan baik untuk meningkatkan efisiensi pengoperasian alat mesin
    4. Faktor-faktor yang menyebabkan gangguan dan kecelakaan diidentifikasi dan diambil tindakan sesuai prosedur keselamatan kerja
    5. Prosedur pemilihan jenis whitener, polisher, dan humidifyer dikuasai dengan benar sesuai Buku Petunjuk
    6. Alat mesin pemutih dan pengkilap beras diidentifikasi dan dibedakan berdasarkan spesifikasi teknis dan kapasitas.
    7. Karakteristik grader dan sifter diidentifikasi dan dibedakan berdasarkan spesifikasi teknis dan kapasitas
    8. Faktor-faktor yang menyebabkan gangguan dan kecelakaan diidentifikasi dan diambil tindakan sesuai prosedur keselamatan kerja
    9. Prosedur pengoperasian alat mesin pemutih dan pengkilap beras dikuasai dengan benar sesuai Buku Petunjuk.
    10. Alat mesin pemutih dan pengkilap beras dioperasikan dengan benar dengan meminimalkan kehilangan waktu kerja
    11. Faktor-faktor yang menyebabkan gangguan dan kecelakaan diidentifikasi dan diambil tindakan sesuai prosedur keselamatan kerja
    12. Kondisi akhir pemutihan dan pengkilapan beras diperoleh sesuai standar
    13. Prosedur perawatan alat mesin pemutih dan pengkilap beras dikuasai dengan benar sesuai Buku Petunjuk
    14. Alat mesin pemutih dan pengkilap beras diperiksa secara teliti, terutama pada bagian yang bergerak relatif
    15. Kerusakan ringan segera diperbaiki agar alat mesin sortasi sekam dan beras pecah kulit berfungsi dengan baik dan layak untuk dioperasikan
    16. Mengisi formulir laporan pekerjaan yang telah ditentukan

    I Tujuan Pembelajaran :

     

    1. siswa dapat memahami teori dasar pemutih dan pengkilap beras (whitener, polisher, and humidifyer)
    2. siswa dapat menjelaskan macam, jenis dan fungsi alat mesin pemutih dan pengkilap beras (whitener, polisher, and humidifyer)
    3. siswa dapat menyebutkan bagian-bagian alat mesin pemutih dan pengkilap beras (whitener, polisher, and humidifyer)
    4. siswa dapat menjelaskan prinsip kerja, mekanisme kerja, spesifikasi, gangguan kerja ringan dan cara mengatasinya pada alat mesin pemutih dan pengkilap beras (whitener, polisher, and humidifyer)
    5. siswa dapat mengoperasikan alat mesin pemutih dan pengkilap beras (whitener, polisher, and humidifyer) sesuai prosedur
    6. siswa mampu bekerja sesuai dengan keselamatan kerja

     

    II Materi Ajar

    RICE POLISHER

    I—Fungsi

    Untuk memutuhkan beras pecah kulit

    II—Bagian – bagian Alat

    1. Hoper : untuk menampung bahan
    2. Mesin diesel : untuk menggerakkan polisher dengan cara digabungkan dengan sabuk datar
    3. Pintu hopper : untuk membuka dan menutup hopper
    4. Lead Roll : untuk menyebarkan beras kepemoles / pemutih
    5. Pully :
    6. Saluran udara penghembus katul
    7. Stator / saringan : untuk menyaring beras pecah kulit
    8. Rotor : untuk memutihkan beras yang terdapat di dalam stator
    9. Saluran pengeluaran beras putih
    10. Bandul pemberat : untuk memutihkan beras
    11. Blower : untuk menghembuskan udara
    12. Saluran katul

    III—Prinsip Kerja

    ~ Gesekkan bahan oleh putaran rotordan stator.

    IV—Mekanisme Kerja

    1. Siapkan alat dan bahan
    2. hidupkan mesin Diesel
    3. masukkan bahan ke hopper
    4. membuka pintu hopper
    5. mengatur lead roll
    6. mengatur bandul pemberat
    7. menampung beras putih
    8. tampung katul
    9. Matikan mesin Diesel

    V—

    Gangguan Kerja

    ~ Bahan bakar (solar) habis

    ~ tali sabuk putus

    ~ Alat pemutih bocor

    ~ Lead roll

    VI—

    Cara Mengatasinya

    ~ mesin di matikan dulu, isi bahan bakar denan alat corong dan sareingan, keluarkan gelembung udara yang ada di dalam gelas ukur

    ~ Danti / disambung dengan sabuk

    diganti dengan yang baru / di las

    di perbaiki dengan cara diputar / dianti

    VII—Spesifikasi Alat

    SATAKE RICE MACHINE

    TYPE : BBA

    KW : 11

    Class : 15A

    RPM : 900

    NO : 94 P 000 PL

    c SATAKE ENGINEERING CO. , LTD.

    c HEAD OFFICE ÞUENO RAITO – TOKYO

    c HEAD FACTORY Þ SAIJO – CHO KAMO – GUNHIROSHIMA – KEN

    VIII—Keselamatan Kerja

    IX—Data Lain

     

    III Metode Pembelajaran

    · ceramah

    · tanyajawab

    · diskusi

    · demonstrasi

    · kerja kelompok

    · proyek

    · tugas

    · praktikum

     

    IV Langkah-langkah Pembelajaran

    1 Kegiatan Awal

    – ucapan salam

    – melakukan presensi siswa

    – menyapaikan pokok materi

    – pre tes secara lisan

    2 Kegiatan Inti

    – menerangkan tentang teori dasar pemutih dan pengkilap beras (whitener, polisher, and humidifyer)

    – menerangkan macam, jenis dan fungsi alat mesin pemutih dan pengkilap beras (whitener, polisher, and humidifyer)

    – menerangkan bagian-bagian alat mesin pemutih dan pengkilap beras (whitener, polisher, and humidifyer)

    – menerangkan prinsip kerja, mekanisme kerja, spesifikasi, gangguan kerja ringan dan cara mengatasinya pada alat mesin pemutih dan pengkilap beras (whitener, polisher, and humidifyer)

    – menerangkan dan memperagakan cara pengoperasikan alat mesin pemutih dan pengkilap beras (whitener, polisher, and humidifyer) sesuai prosedur

    – menerangkan keselamatan kerja

    3 Kegiatan Akhir

    – pos tes secara lisan

    – pemberian tugas

    – ucapan salam

    V Alat / Bahan Pembelajaran

    Alat Pembelajaran

    1. Rice Polisher

    2. kelegkapannya

    Bahan Pembelajaran

    teori dasar pemutih dan pengkilap beras (whitener, polisher, and humidifyer)

    · Bentuk, Macam dan fungsi

    · Prinsip dan mekanisme kerja

    · Spesifikasi dan bagian-bagian

    · Gangguan dan cara mengatasi

    · Keselamatan kerja

    · Sifat dan bhp

    · Persiapan bhp

    · Karakteristik alat mesin

    · Langkah kerja

    · penyetelan

    · Factor-faktor yang mempengaruhi

    · Perawatan berkala

    · Pengecekan dan penyetelan

    · Penyebab kerusakan dan akibatnya

    · Teknik perbaikan

    · Peraturan keselamatan kerja

     

    VI Penilaian :

     

    1). Tes Lisan

     

    Jelaskan , tunjukkan, Bentuk, Macam, fungsi, Prinsip, mekanisme kerja, Spesifikasi, bagian-bagian, Gangguan, cara mengatasi dan Keselamatan kerja !

     

    2). Tes Tulis

     

    Sukorambi, 13 Nopember 2010

    Kepala Sekolah                                 Guru

    Drs. Rinoto, M.Si. Mohammad Sholeh

    Nip:                                           Nip. 131470348

  • Alat Penghemat BBM

    Posted on March 5th, 2009 mohammadsholeh No comments

    Alat Penghemat BBM “XPower”, irit BBM 15-40% + tingkatkan performa mesin

    Penghemat BBM Xpower

    pemasangan Penghemat BBM XPower pada Mobil

    TELAH DIUJI DAN DIBUKTIKAN INSTANSI PEMERINTAH,SWASTA,maupun PERORANGAN dgn hasil MEMUASKAN!,mampu menghemat BBM (SOLAR/BENSIN) 15%-40% & LPG 30%-50%,meningkatkan POWER & performa mesin,merawat mesin,menurunkan emisi gas buang,menjadikan kualitas BBM mendekati sempurna,MENGUBAH PREMIUM menjadi setara PERTAMAX PLUS,Bergaransi 1 tahun
    PENGGUNAAN
    1. Segala jenis mobil (berbahan bakar bensin atau Diesel) dari CC yang terkecil bahkan terbesar
    2. Mesin2 Industri yang menggunakan BBM
    3. Peralatan Berat seperti Traktor,Buldozer, bahkan Kapal laut dengan desain khusus xpower
    4. peralatan berbahan bakar LPG/Blue Gas (Kompor,dll)
    TESTIMONI
    – J. Triharja, ST, Bogor, 0818213yyy, mobil Mitsubishi Kuda 2004 Bensin. Setelah dipasang Xpower4000 G, suara mobil dan getaran lebih halus, seolah-olah menggunakan BBM Pertamax Plus. Kalau lewat seringkali orang yg sdg jalan didepan tidak mendengar kalau ada mobil. Di bawa keluar kota bensin lebih hemat hingga 25%, Bandung Sumedang hanya habis 8 liter. Bobil lebih bertenaga. Tidak ada efek sampingan yang ditimbulkan, selama ini.
    – Ny. Sutik Hartini Pengelola Depot INDAH di Pandaan 081330794973 : Pemakaian gas LPG untuk 8 unit kompor gas saya masing-masing sebelum memakai alat Gas LPG 1 tabung @ 12 kg habis dalam waktu rata-rata mencapai 11 hari, setelah memakai alat XPower Gas LPG/BG pemakaian gas LPG untuk 1 tabung bisa rata-rata mencapai 21 hari hematnya HAMPIR 50%, Alat XPower Gas LPG/BG terbukti sangat cocok untuk usaha rumah makan dan katering
    “XPOWER BAHKAN BISA MENINGKATKAN PERFORMA MESIN KAPAL sekaligus MENGHEMAT KONSUMSI BBM “(LIHAT HASIL TEST DEPT. KELAUTAN di WWW.XPOWER-IONIZER.COM)
    ———————————-
    info lengkap kunjungi http://www.xpower-ionizer.com
    ———————————-
    Untuk Pemesanan Hub. KAMI:
    Agen
    Rizky: HP. 081 555 15215, telp. 0341-6401124
    alamat : Jl. Watugilang III No.40 (Belakang BCA Dinoyo), Malang
    Atau Hubungi Distributor Terdekat di KOTA ANDA
    ———————————-
    Untuk pemesanan / pembelian luar kota pembayaran via rekening
    BCA Dinoyo Malang a.n. RIZKY PERDANA KURNIAWAN No. Rek. 315 0685 248
    atau Bank MANDIRI KCP Merdeka Malang a.n. RIZKY PERDANA KURNIAWAN Acc. Number 14400 04877 012,
    barang segera kami kirim via TIKI/pos kilat khusus stlh konfirmasi transfer via fax/email/sms/telp dilakukan
    ==============

    Tags: , ,

  • Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( lanjutan )

    Posted on February 24th, 2009 mohammadsholeh No comments

    Besarnya sumber pencemaran di AS pada tahun 1968

    n Batu bara 454 juta metrik ton

    n Minyak residu 92 juta M3

    n Minyak destilasi 94 juta M3

    n Gas alam 566.000 juta M3

    v Pada tahun 1971 untuk proses industri digunakan air sebanyak 50.000 milyar galon atau kurang lebih 12,5 milyar M3. setiap detik 6,3 M3 air yg dikotori oleh industri dan dibuang melalui sungai ke danau dan ke muara sungai (laut) di seluruh AS

    v Pada pembakaran batu bara, bahan bakar residu, bahan bakar destilasi, dan gas alam akan menghasilkan penyebaran gas-gas beracun CO,CO2,NO2,CH3,HF,H2S

    v Dan sebagainya yg kesemuanya akan meracuni kehidupan manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan

    v Dalam hal ini masih perlu ditambahkan sumber-sumber lainnya dari berbagai macam industri seperti: industri baja, industri pengecoran, industri pelapisan logam, industri pabrikan logam, industri kimia (pabrik kertas, industri makanan & minuman, industri farmasi dll), industri tekstil, elektronika dlsebagainya

    Ukuran-ukuran yg biasa dipakai dalam menilai adanya polusi :

    1. TLV (thresold limit value) adalah konsentrasi rata-rata dari suatu unsur pencemar dalam ruang kerja dimana pekerja selama delapan jam per hari selama waktu bekerja tidak mengalami gangguan kesehatan. TLV dinyatakan dalam mg/m3 udara, ppm atau mppf. Koreksi karena adanya fluktuasi dapat dihitung dengan Exursion Factor (EF)

    Exursion Factor (EF) sebagai berikut

    · 0 – 1 (ppm atau mg/m3) – EF = 3

    · 1 – 10 “ – EF = 2

    · 10-100 “ – EF = 1,5

    · 100-1000 “ – EF = 1,25

    TLV dari bermacam-macam unsur telahditetapkan oleh American Conference of Govermental Industry Hygienist (ACGIH) yg berkumpul pada tiap tahun dan kalau perlumengadakan perubahan-perubahan

    2. Mac (maximum allowable concentration) adalah konsentrasi tertinggi yg diperbolehkan untuk sesuatu unsur pencemar dalam ruang kerja dimana pekerja selama delapan jam per hari selama waktu kerja tidak menderita gangguan kesehatan

    3. Standard Mutu Udara adalah konsentrasi pencemar dalam udara atau atmosfir (air quality standard) yg tidak boleh dilampaui

    4. Standad Emisi adalah konsentrasi sesuatu pencemar yg dikeluarkan dari suatu sumber yg tidak boleh dilebihi

    5. Ppm adalah singkatan dari part per million yg berarti berapa suatu satuan (mg, ml) air atau udara

    6. Mpccf adalah singkatan dari millions of particles per cubic feet yg berarti berapa juta butiran partikel dalam setiap kubik kaki

    7. Karena pengontrolan pencemaran bertujuan untuk meningkatkan mutu lingkungan hidup, maka, Yg menjadi ukuran adalah pengaruhnya terhadap kehidupan dan kesehatan manusia dan mahluk-mahluk hidup lainnya

    Berikut ini akan dibahas mengenai pencemaran air dan udara oleh industri

    Pencemaran Udara

    § Masalah utama yg dihadapi dalam pencegahan pencemaran udara terutama berpusat pada bagian-bagian industri yg berhubungan dengan pengolahan besi dan baja

    § Proses ini menyebabkan pengeluaran partikel-partikel dan gas-gas seperti oksida belerang (SO2), karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon (CxHx), karena banyaknya kemungkinan keluarnya asap dari proses yg memakai suhu tinggi ini

    § Butiran-butiran partikel yg ukurannya lebih kecil dari molekul gas akan dikeluarkan selama proses ini, Sehinnga pengontrolan menjadi lebih sukar dari pada pengontrolan pengeluaran gas

    § Untuk mencegah butiran partikel mengotori udara sekeliling perlu dihilangkan sumber atau diberikan aliran udara sebelum aliran tersebut ke atmosfir.

    § Supaya asap yg mengandung butiran-butiran partikel yg akan dikeluarkan ke atmosfir tidak mengotori udara sekitarnya, maka perlu terlebih dahulu dilakukan pengurangan jumlah butiran partikel dalam asap dg memakai alat pembersih butiran partikel

    Empat macam alat pembersih butiran partikel yg dikenal adalah

    1. Cyclone (siklon)

    2. Wet scrubers (Penyikat basah)

    3. Electrostatic preccipitator (Pengendap elektrostatis)

    4. Fabric filters (saringan kain)

    a. Efisiensi masing-masing alat ini akan tergantung pada ukuran butiran partikel dan beberapa parameter operasi alat tersebut

    b. Juga dikenal alat pembersih udara lainnya seperti saringan kertas berefisiensi tinggi,

    c. Penyemprotan uap yg diikuti oleh densasi, serta lapisan kerikil

    d. Cyclone mempunyai efisiensi yg sangat rendah sehingga hanya dipakai sebelum dipergunakannya alat-alat yg lebih efisien atau bila ukuran partikel besar-besar

    e. Penyikat basah, pengendap elektrostatis & saringan kain merupakan alat-alat pengontrol pencemaran udara oleh butiran-butiran partikel

    Beberapa cara untuk mencegah pengontrolan udara, antara lain :

    1. Ventilasi biasa dibantu dengan kipas angin (fan) yg ditempatkan di tempat-tempat yg strategis untuk menyedot udara luar yg lebih bersih serta meniupkan udara yg tercemar ke arah yg tidak ada karyawannya

    2. Pemakaian pelindung pernafasan (respiratori protection), yg bersifat mekanis untuk karyawan-karyawan tertentu sehubungan dengan pekerjaannya

    3. Wet dust collector / wet spray chambers

    4. Cerobong-cerobong asap dengan atau tanpa alat pengisap (blower), keduanya tanpa saringan pembersih debu

    Pengotoran debu serta pengaruhnya terrhadap manusia

    a. Dr. Arthur M. Bueche, Reserch and Development Center General Electric Co, Scanectady, NY menyatakan bahwa belum diketahui banyak tentang debu-debu yg sangat halus mengelilingi kita.

    b. Yg dimaksud dengan debu disini adalah partikel-partikel dengan diameter kurang dari seperjuta sentimeter dan yg sangat mengejutkan adalah bahwa partikel-partikel yg lebih kecil dari 0,1 mikron ini merupakan 90% dari berat seluruh debu, akan tetapi jumlah 95% dari semua partikel

    c. Yg lebih lagi adalah jumlah seluruh permukaan dari debu yg halus paling tidak sama dengan seluruh permukaan debu yg kasar

    d. Pada permukaan-permukaan partikel yg halus inilah gas-gas buangan diserap; lebih halus partikel-partikel tadi lebih mudah masuk ke paru-paru dan dapat mengakibatkan gejala-gejala yang tidak diinginkan, seperti :

    a). Pneumoconiosis

    n Ialah penyakit paru-paru yg disebabkan oleh infeksi partikel debu.

    n Partikel debu selalu terdapat dalam udara yg diisap waktu pernafasan, akan tetapi tidak selalu menimbulkan pneumoconiosis

    n Karena tubuh mempunyai daya pencegahnya, seperti :

    – rambut hidung yg dpt menahan kira-kira 50% debu

    – rambut getar dan selaput lendir bronkus

    – transudasi melalui dinding alveolus

    – fagsitisis sel makrofag ke kelenjar limpa

    Bila udara mengandung partikel debu terlalu banyak, maka debu itu mencapai jaringan paru-paru dalam jumlah banyak, sehingga

    Menimbulkan kerusakan-kerusakan yg biasa dikenal dengan pneumocosis. Hal ini biasanya dijumpai pada tempat tertentu dan penyakit ini termasuk penyakit jabatan (occupational)

    Terdapat berbagai jenis pneumoconiosis berdasarkan jenis debu yg diisapnya, yaitu :

    1. Anthracosis, yg disebabkan oleh debu arang (coal) dapat menyebabkan emfisema sentrilobuler

    2. Byassunosis, karena debu kapas (cotton). Kelainan anatomic biasanya sedikit. Kadang-kadang dapat menimbulkan gangguan pernafasan

    3. Bagassosis, karena debu batang debu. Dapat menimbulkan bronkhiolitis & bronkhoneumosis mirip dengan ‘silofiller’s disease’

    4. Fibrosis paru-paru disebabkan oleh debu yg mengandung aluminium, besi, talk & mika

    5. Silicosis, yg disebabkan oleh debu silica (SiO2)

    6. Asbestosis, karena debu yg mengandung serabut (serat) asbes

    7. Berylliosis, karena debu baryllium

    Hingga kini belum diketahui tepat bagaimana cara partikel debu itu menimbulkan perubahan atau kerusakan pada paru-paru. Yg sudah diketahui bahwa pengaruh debu itu pada paru-paru akan menimbulkan hal-hal sbb:

    – Mengadakan penetrasi pada histiosit,

    – Menimbulkan dislokasi sitoplasma histiosit,

    – Menyebabkan degenerasi dan kematian histiosit tsb

    Kematian histiosit dapat diikuti dengan keluarnya zat yg bersifat sitotoksik atau dapat menimbulkan reaksi imun. Mungkin inilah dasar terjadinya perubahan pada jaringan paru-paru. Perubahan pada paru-paru pada umumnya bersifat proliferatif fibratik

    b). Silicosis

    Adalah penyakit yg disebabkan oleh debu silika yg terdapat dalam bentuk kristal atau koloid amorf. Debu ini dapat ditemukan pada daerah industri, misalnya tambang emas, besi, batu bara, pembelahan batu pasir & industri keramik

    c). Patogenesis

    Adalah penyakit yg disebabkan oleh partikel debu yg berukuran kecil, yaitu kurang dari 3 mikron yg dapat menimbulkan kelainan. Makin kecil ukurannya makin besar daya perusaknya. Biasanya dibutuhkan waktu 10 sampai 15 tahun sebelum timbul kerusakan yg nyata gejala kliniknya

    d). Kikroskopis

    Adalah penyakit yg disebabkan debu silika. Mula-mula tampak tonjolan yg keras pada daerah subpleural, peribronchioler & perivaskuler dalam paru-paru. lama- kelamaan tonjolan itu menjadi lebih besar & tersebar rata, terutama daerah hilus. Tampak tonjolan itu berbatas tegas, berlapis seperti daun bawang, keras & berwarna kelabu hitam (karena bercampur dengan amthracosis)

    PENGOTORAN KARENA GAS-GAS BERACUN

    Beberapa proses pengolahan mengakibatkan terdapatnya pencemaran berbentuk gas seperti oksida belerang, oksida nitrogen, karbon monoksida & hidro karbon. Tiga yg pertama merupakan gas yg paling banyak dikeluarkan karena gas tersebut terbentuk oleh pemakaian bahan bakar fosil dengan proses suhu tinggi

    Konsentrasi tertinggi pencemar berbentuk gas untuk setiap negara berbeda tergantung keperluannya.

    Tabel :

    No

    Nama Unsur

    Mg/cu m

    ppm

    Mg/cu m

    ppm

    1

    2

    3

    4

    5

    6

    7

    8

    Karbon disulfida

    Karbon monoksida

    Gasoline

    Hidrogen sulfida

    Nitrogen oksida

    Sulfur dioksida

    Asam sulfat

    debu

     

    0,045

    3

    2,5

    0,06

    0,6

    0,9

    0,3

    0,6

    0,015

    2,7

    0,6

    0,04

    0,33

    0,35

    0,015

    0,5

    0,75

    0,02

    0,2

    0,35

    0,1

    0,2

    0,005

    0,45

    0,2

    0,013

    0,11

    0,13

    Walaupun pengeluaran hidro karbon dapat juga diakibatkan oleh bahan bakar pada mesin, juga sering diakibatkan oleh penguapan minyak dan gemuk pada pemanfaatan limbah

    n Jumlah keseluruhan dari pada oksida belerang dan oksida nitrogen yg dihasilkan oleh pabrik baja relatif kecil jika dibandingkan dengan gas-gas yg dikeluarkan oleh operasi pembakaran bahan-bahan fosil

    n Pusat-pusat tenaga pada pabrik besi & baja yg menggunakan batu bara atau minyak sebagai bahan bakar akan merupakan sumber utama dari oksida belerang

    PENCEMARAN AIR

    n Pengolahan air buangan biasa dapat diharapkan untuk dapat lebih banyak digunakan kembali. Lebih-lebih jika kontrol yg mahal tidak diperlukan untuk membuat air buangan cocok dengan operasi pengolahan

    n Yg merupakan masalah besar adalah perubahan karakteristik kimia seperti PH dan zat padat yg melarut

    Standard Mutu Air dari WHO

    Tabel :

    NO

    Uraian

    Konsentrasi yg diusulkan

    Konsentrasi maksimum

    1

    2

    3

    4

    5

    6

    7

    8

    9

    10

    11

    12

    13

    14

    15

    16

    Jumlah zat padat

    Warna

    Kekeruhan

    Rasa

    Bau

    Zat Besi (Fe)

    Manganese (Mn)

    Tembaga (Cu)

    Seng (Zn)

    Kalsium (Ca)

    Magnesium (Mg)

    Sulfat (SO4)

    Chlorida

    PH

    (Mg+Na) SO4

    Phenolik

     

    500 mg/l

    5 unit

    5 unit

    Tak tertentu

    Tak tertentu

    0,3 mg/l

    0,1 mg/l

    1,0 mg/l

    5,0 mg/l

    75 mg/l

    50 mg/l

    200 mg/l

    200 mg/l

    7,0 – 8,5

    500 mg/l

    0,001 mg/l

    1500 mg/l

    50 unit

    25 unit

    1,0 mg/l

    0,5 mg/l

    1,5 mg/l

    15 mg/l

    200 mg/l

    150 mg/l

    400 mg/l

    600 mg/l

    (6,5 atau 9,2)

    1500 mg/l

    0,002 mg/l

    BEBERAPA CARA PENCEGAHAN PENCEMARAN AIR

    1. NETRALISASI air buangan dengan kapur NaOH; air yg sudah netral perlu dengan pengenceran dibuang ke sungai/kali. Endapan yg terbentuk dikumpulkan di halaman dekat pabrik

    2. OIL REMOVAL (menghilangkan minyak) dengan cara memasukkan kedalam bak-bak, kemudian menyapu permukaan yg terdapat dimana air dan setelah partikel-partikel (butir-butir) terak turun, air dipergunakan lagi sebagai pendingin

    Berdasarkan pemakaiannya air dibagi atas lima kelompok

    1. Air kebutuhan masyarakat

    2. Air untuk memelihara ikan atau binatang lainnya

    3. Air untuk pertanian

    4. Air untuk industri

    5. Air untuk rekreasi

    Warna, bau dan rasa

    n Untuk kebutuhan masyarakat, warna air tidak boleh lebih dari 75 color unit ( Standard Platium Cobalt)

    n Untuk perikanan dan kehidupan tidak boleh lebih dari 50 color unit

    n Tidak boleh menaikkan temperatur sungai atau danau tempat membuang air melebihi 5ºF

    n Kadar tertentu dari zat kimia dapat menyebabkan bau tidak enak atau rasa air yg kurang sedap. Hal ini dapat mengakibatkan rasa ikan atau kerang menjadi kurang sedap/enak

    n Kekeruhan air dibatasi, tidak boleh mengeruhkan air sungai atau danau melebihi batas yg mengganggu kehidupan air dan untuk air minum

    Pencemaran kimia dan organik

    Khusus untuk air bagi kebutuhan masyarakat dan yg dipergunakan untuk pertanian ditentukan batas jenis unsur kimia yg boleh dikandung didalamnya seperti terlihat pada tabel berikut

    Tabel :

    Air untuk masyarakat

    Air untuk pertanian

    pH

    Kandungan logam alkali

    Amonia

    Arsenik

    Barium

    Boron

    Cadmium

    Chlorida

    Chromium

    Tembaga

    Besi

    Timah hitam

    Seng

    Nitrat dan Nitrit

    Sulfat dan Sulfit

     

    6,0 – 8,0

    30 mg/l

    Max.0,5 mg/l

    0,05 mg/l

    1,0 mg/l

    1,0 mg/l

    0,01 mg/l

    Max.250 mg/l

    Max.-0,05 mg/l

    1 mg/l

    0,3 mg/l

    Max.0,05 mg/l

    Max.5 mg/l

    10 mg/l

    250 mg/l

    4,5 – 9,0

    Max.0,5 mg/l

    1,0 mg/l

    0,5 mg/l

    0,005 mg/l

    Max.250 mg/l

    5 mg/l

    1 mg/l

    5 mg/l

    1 mg/l

    GANGGUAN SUARA

    n Gangguan suara merupakan suatu kebisingan yg sulit untuk diatasi

    n Bising adalah suara yg kita dengar akibat adanya getaran udara yg berasal dari sumber getaran dan sampai pada telinga kita

    n Tidak semua getaran dapat kita terima menjadi suara yg bisa kita dengar

    n Adanya batas-batas jumlah frekuensi dan amplitudo tertentu

    n Bila seseorang sering mendapat gangguan bising yg tingkat bunyinya tinggi, maka makin cepatlah pengurangan pendengarannya

    n Demikian pula halnya pada frekuensi tinggi yg sangat pekak bagi telinga, pengurangan pendengaran akan lebih cepat terjadi

    n Disamping itu bising juga sangat mempengaruhi manusia baik secara psikologis maupun fisiologis

    n Penyelidikan telah menunjukkan bahwa disekitar bandara udara, prosentase timbulnya penyakit lebih besar dibandingkan dengan daerah yg jauh dari daerah bandara udara (penyakit jantung, keguguran dan kemerosotan prestasi kerja)

    Ada empat cara mengatasi kebisingan

    1. Perencanaan tata ruang yg baik

    2. Penggunaan bahan-bahan bangunan dan akustika yg tepat

    3. Pembuatan bangunan penahan kebisingan

    4. Penggunaan getaran suara

    ALAT-ALAT KESELAMATAN KERJA

    1. ALAT-ALAT PELINDUNG ANGGAUTA BADAN

    a). Pakaian Kerja

    b). Pelindung Tangan dan Pelindung Kaki

    c). Alat Pelindung Mata

    d). Pelindung Hidung dan Mulut

    e). Kaca Pengaman

    f). Pelindung Pada Mesin

    g). Pelindung Rambut Kepala

    2. ALAT-ALAT DAN ALAT PENOLONG

    a). Sudut & pinggir yg tajam

    b). Beram

    c). Kepala Martil

    d). Terbangnya Bilah-bilah kayu

    e). Keselamatan terhadap jatuh

    f). Kikir

    g). Tangga

    h). Mengangkat benda yg berat dg tangan

    i). Mengangkat benda berat

    MENGATASI BAHAYA KEBAKARAN

    Bahaya kebakaran adalah suatu bencana api yg sangat berbahaya & tidak kita kehendaki karena dapat memusnahkan harta benda ataupun jiwa manusia

    Menanggulangi bahaya kebakaran

    1. Jenis api kebakaran

    2. Jenis benda (bahan) yg dapat terbakar

    3. Alat-alat & bahan pemadam kebakaran

    4. Orang-orang yg mendapat tugas pada regu-regu keamanan pemadam kebakaran serta petugas P3K

    Yang perlu diketahui

    1. Adanya tanda-tanda bahaya kebakaran

    2. Letak alat-alat untuk memberi isyarat tanda-tanda kebakaran

    3. Letak alat-alat pemadam kebakaran

    4. Cara-cara menghubungi yg berwajib, petugas pemadam kebakaran, dokter, rumah sakit, ambulance dll baik dg telpon maupun secara langsung

    Menguasai Kebakaran

    1. Menghindarkan bahaya kebakaran

    2. Bertindak cepat, cekatan, tepat, tetapi tenang & hati-hati

    3. Jangan panik, tidak berarti boleh lamban

    4. Menyelamatkan jiwa manusia, barang-barang/dokumen berharga, alat bangunan, mesin-mesin dll

    5. Mencegah terjadinya kebakaran

    6. Mencegah api menjalar ke tempat lain

    7. Memadamkan api yg menyala

    Jenis-jenis api kebakaran

    1. Api kelas A : yaitu api dari kebakaran bahan-bahan benda padat (misal; kayu, tekstil, dll)

    2. Api kelas B : yaitu api dari kebakaran bahan cairan (misalnya, bensin, minyak, dll)

    3. Api kelas C : yaitu api dari kebakaran bahan-bahan gas, acetyleen dll

    4. Api kelas D : yaitu api dari akibat kebakaran aliran listrik

    5. Api kelas E : yaitu api dari kebakaran logam

    Jenis-jenis benda (bahan) yg mudah terbakar

    1. Bahan padat ; kayu, bambu, tekstil, kertas, karet, aspal, lilin, sampah, dll

    2. Bahan cairan ; bensin, minyak lampu, solar, asam belerang dll

    3. Bahan gas ; gas acetyleen, gas hydrogen dll

    Sebab-sebab kebakaran

    1. Penyalaan sendiri (tanpa sengaja)

    2. Perbuatan sengaja

    3. Alat-alat (mesin-mesin) yg sedang dipergunakan

    4. Kortsluiting listrik (hubungan pendek arus listrik)

    5. Gerakan alam

    6. Disambar petir

    Cara pemadaman kebakaran

    1. Cara Isolasi; yaitu dengan memutuskan (menutup) hubungan antara udara luar dengan benda terbakar

    2. Cara Pendinginan; yaitu dengan menyerap panas antara, antara lain dengan air, lumpur

    3. Cara Urai; yaitu dengan memindahkan sejauh mungkin benda-benda yg belum terbakar, sehingga api tidak dapat menjalar lebih lanjut

    Yg perlu diperhatikan pada waktu memadamkan kebakaran

    Harus mengenal (mengetahui) jenis benda (bahan) yg terbakar dengan adanya:

    – bau asap; yaitu dari macamnya bau yg tercium, misalnya; antara bau karet & bau tekstil

    – warna asap; yaitu dari permulaan warna yg terlihat, misalnya; kebakaran minyak akan mengeluarkan warna hitam, kebakaran pospor akan mengeluarkan warna putih

    – arah pada waktu memadamkan api kebakaran, pancaran dari zat pemadam harus searah dengan arah angin, baik dari samping kiri maupun dari samping kanan

    Usaha pencegahan kebakaran pada waktu bekerja

    1. Dapur tempa

    2. Kompor (kompor penyalaan gas-gas, elpiji)

    3. Motor bensin, motor diesel

    4. Las karbid, las listrik

    5. Listrik

    6. Diesel/generator

    7. Lampu minyak, lilin

    8. Pemusnahan (pembakaran) sampah

    9. Obat nyamuk

    10. Tempat yg banyak orang, misalnya api dari rokok

    ALAT-ALAT (BAHAN-BAHAN) UNTUK PEMADAM KEBAKARAN

    1. Batang Pengait :

    Gunanya untuk merobohkan bagian-bagian bangunan yg belum terbakar & terdekat dengan api kebakaran dengan maksud untuk memisahkan (memutuskan) api jangan sampai meluas (menjalar) ke bagian-bagian lain yg belum terbakar

    2. Tangga

    Gunanya untuk membantu, apabila ada bagian-bagian yg tinggi perlu dirobohkan yg belum terbakar & tidak terjangkau oleh batang pengait agar terputus tidak menjalar ke bagian lain

    3. Karung

    yg telah dimasukkan ke dalam air : gunanya untuk memadamkan api kebakaran yg masih agak kecil & karena kebakaran pada umumnya, caranya dengan menutup bagian yg terbakar

    4. Pasir

    Gunanya untuk memadamkan api kebakaran yg masih kecil, pasir dapat disimpan di suatu tempat bak pasir dengan terisi ± 0,25 m3 pasir. Dalam bak itu disediakan sekop pada ember. Pasir itu dapat juga disimpan dalam kantong-kantong plastik (kira-kira 3 kg). Penggunaan karung basah, juga dapat membantu agar api tidak meluas (menjalar) ke tempat-tempat lain

    5. Alat-alat Hidrant

    Gunanya untuk memadamkan api kebakaran yg telah membesar & tidak boleh dipergunakan untuk memadamkan api yg diakibatkan kebakaran cairan (bahan kimia) misalnya bensin, solar, minyak lampu dll

    Caranya : dapat disiramkan dengan menggunakan ember atau dapat disemprotkan dengan menggunakan hydrant (pakai slang panjang & kran) baik yg ada pada mobil pemadam kebakaran maupun yg telah tersedia di masing-masing bangunan kerja

    6. Alat-alat Penyembur

    Alat pemadam api ini antara lain alat yg dibuat oleh suatu pabrik & berbentuk tabung

    Alat ini biasanya mempunyai :

    Cairan racun api

    Cairan berbentuk busa, yg macamnya seperti busa sabun

    Cairan soda ocsid

    Bubuk kimia kering

    Biasanya alat semacam ini di setiap perusahaan, ruang kantor, gedung besar selalu tersedia & dipasang di tempat yg mudah dipergunakan

    Alat ini digunakan untuk memadamkan api kebakaran yg ditimbulkan oleh kebakaran dari segala macam & cara mempergunakannya

    Cara mempergunakan alat penyembur Multy Purpose Dry Chemical Fire Extinguisher

    1. Lepaskan kunci pengaman

    2. Peganglah alat dalam keadaan tegak

    3. Lepaskan pipa dari klip

    4. Pijitlah pengatup

    5. Arahkan corong ke pangkal api dengan menyapu dan merata

    6. Hati-hatilah dalam menggunakan alat ini, jangan sampai semburan cairan ini mengenai anggota badan

    7. Pengatup tidak boleh dipijit, kecuali untuk memadamkan

    Keselamatan kerja untuk mencegah bahaya kebakaran

    Untuk mencegah terjadinya bahaya kebakaran di perusahaan, maka semua personil, karyawan, pekerja harus mentaati dan melaksanakan petunjuk & ketentuan yg diberikan oleh perusahaan sesuai tugas dan kewajibannya masing-masing

    Mencegah kebakaran didalam perusahaan yg menggunakan gas, bensin, solar dll

    1. Dilarang merokok didalam ruang yg terdapat gas, bensin & solar

    2. Tutup rapat semua kran gas, tempat drum bensin/solar setelah selesai dipakai

    3. Periksa kemungkinan kebocoran dari sambungan pipa gas & dari drum bensin/minyak

    4. Segera membuka pintu/jendela sebelum bekerja dimulai agar ada pergantian udara didalam ruangan selama kurang lebih 15-30 menit (terutama gas elpiji yg lebih berat dari udara dan akan berada ditempat yg terendah)

    5. Simpanlah tangki gas atau drum bensin (minyak) ditempat yg tersedia, tersendiri & tertutup

    6. Dilarang membuka kran gas & tutup drum sebelum digunakan

    7. %

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s