AMPHP / AMPP

IV. PERALATAN PENCAMPUR DAN PENGADUK

Pencampur dapat disebut juga sebagai pengaduk bagian-bagian dari dua macam zat atau lebih hingga rata. Campuran yang telah rata dinamakan campuran homogen (serba sama).
Perbedaan antara bagian susunan dari campuran disebabkan oleh :
1. Perbedaan sifat (liat dan cair)
2. Perbedaan jenis
3. Perbedaan ukuran (pasir dan kerikil)
4. Perbedaan bentuk (vitamin pada tepung)
5. Perbedaan viscositas (emulsi minyak air)
Kemungkinan-kemungkinan campuran yang sering terjadi dalam praktek adalah sebagai berikut :
1. Zat padat dengan zat padat
2. Zat padat dengan zat cair
3. Zat padat dengan gas
4. Zat cair dengan zat cair
5. Zat cair dengan gas
6. Gas dengan gas

Beberapa Pengertian

Homogen merupakan keadaan serba sama.
Campuran tidak homogen terjadi jika dua contoh yang diambil dari tempat berbeda dalam campuran memiliki susunan bagian yang berbeda. Untuk zat padat akan tergantung kepada ukurannya. Misalnya: campuran antara tepung dengan gula halus akan lebih homogen dibandingkan antara gula kristal dengan garam.
Keadaan homogen dikenal secara makroskopik dan mikroskopik. Campuran gula dengan garam yang kelihatan homogen secara makroskopik (ukuran besar) akan tidak homogen jika dilihat secara mikoskopik (ukuran kecil) . Larutan dari zat padat dalam zat cair dapat disebut homogen secara mikroskopik.

Cara Pencampuran
Dasar pencampuran adalah memasukkan zat-zat tersebut dalam suatu ruangan tertentu. Pencampuran dapat berlangsung dengan sendirinya atau dengan pengadukan. Pencampuran yang berlangsung dengan sendirinya biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga sering dilakukan pengadukan untuk mempercepat. Campuran antara dua zat cair atau zat padat yang larut dalam zat cair sering dapat berlangsung dengan sendirinya.
Pada dasarnya pencampuran adalah suatu pengangkutan tiap bagian zat ke bagian yang lain. Selama pengangkutan sebagian dari bahan yang diangkut akan tinggal dibagia lain. Sebaliknya sebagian akan terbawa kembali. Dengan cara demikian, lama kelamaan akan terjadi campuran yang homogen.
Tingkat homogenitas dari campuran tergantung terhadap lama pencampuran. Campuran akan terjadi lebih homogen jika pencampuran dilakukan dalam waktu tertentu. Pada saat awal peningkatan homogenitas lebih besar dibandingkan keadaan akhir. Hal ini dapat dilihat pada gambar :

Gambar : Hubungan lama waktu pencampuran dengan tingkat homogenitas.
Dari gambar terlihat bahwa setelah waktu tertentu, penambahan waktu pencampuran tidak berguna lagi.
Faktor-faktor yang berpengaruh pada pencampuran adalah sebagai berikut :
1. Kadar pengangkutan (kemampuan pengadukan) pada saat proses pencampuran semua zat dalam pengangkutan, sehingga tidak terdapat sudut mati.
2. Viscositas dari zat yang akan dicampur. Zat yang melekat (kental) akan sulit dicampur dibandingkan zat yang tidak melekat (cair).
3. Pembasahan (daya serap/absorb). Beberapa zat yang sukar dibasahi (menyerap air), sukar untuk membentuk suatu campuran homogen dengan zat cair.
4. Perbedaan massa jenis. Zat dengan massa jenis yang tinggi akan mempunyai kecenderungan untuk mengendap. Keadaan ini akan menghambat proses pencampuran.
5. Ukuran zat yang akan dicampur. Ukuran zat cukup berpengaruh untuk campuran antara zat padat.
6. Urutan pencampuran. Untuk zat tertentu, urutan pencampuran cukup berpengaruh. Pencampuran tanah liat dengan air berlangsung lebih baik, jika tanah liat dimasukkan kedalam air dibandingkan jika ditambahkan ke tanah liat.
7. Suhu. Dalam kondisi suhu panas biasanya bahan mudah tercampur dibandingkan dalam keadaan suhu dingin.

Macam-macam Alat Pencampur
1. Alat Pencampur Nauta
Alat pencampur nauta terdiri dari sebuah bejana kerucut (tirus), dimana didalamnya dipasang sebuah sekrup pengangkut sejajar dengan dinding kerucut. Skrup ini mengangkut isi bejana keatas atau kebawah (sesuai dengan konstruksinya). Selain itu skrup juga bergerak melingkar sepanjang dinding bejana.
Gerakan skrup yang melingkar diperoleh dari gerakan skrup yang berputar atau skrup stasioner (diam) dan bejana yang berputar. Pengangkutan dalam bejana berlangsung dalam arah horizontal maupun vertikal.
Efek campuran dari alat ini cukup baik.
Dalam prakteknya, alat campur nauta dipergunakan untuk mencampur zat padat kering atau zat cair yang kental. Alat campur ini cukup baik untuk pencampuran zat padat yang salah satunya mempunyai jumlah yang kecil dibandingkan yang lain. Suatu contoh ialah pencampuran vitamin dalam bahan makanan.
Alat campur nauta juga cukup sesuai untuk pencampuran zat padat dengan zat cair yang jumlahnya sedikit. Sering alat campur ini dilengkapi dengan dinding ganda untuk proses pemanasan

2. Tromol Campur.
Alat yang cukup sederhana yang dipergunakan untuk mencampur zat padat adalah tromol campur. Alat ini terdiri dari sebuah tromol yang berbentuk silinder yang tertutup yang berputar pada sekitar sumbunya.
Tromol campur banyak digunakan secara luas karena penggunaannya yang sederhana dan tidak banyak membutuhkan pemeliharaan. Kadang-kadang ada yang mempunyai sumbu diagonal dan ada yang berbentuk V.
Untuk mengurangi debu yang terjadi pada waktu pengisian maupun pengeluaran dari wadah, biasanya ditambahkan alat penyedot debu.

3. Sekrup Pencampur
Sekrup pencampur, pada dasarnya terdiri dari sebuah silinder, dimana didalamnya terdapat sebuah proses horizontal atau vertikal. Pada prosesnya dipasang sudu yang dapat mencampur isi silinder tersebut.
Sekrup pencampur arus lawan memberikan pencampuran yang baik. Pada prosesnya dipasang dua buah daun sekrup yang saling membelit. Daun skrup akan melakukan arah pengangkutan yang berlawanan, sehingga dicapai pencampuran yang baik.
Alat ini dapat digunakan untuk mencampur antara zat padat dengan zat cair, sehingga terjadi bubur, skrup pencampur terdapat dalam pabrik pupuk buatan dan dalam pabrik tepung ikan.

4. Alat Remas
Mesin ini terdiri dari sebuah wadah dimana didalamnya berputar dua buah lengan remas berbentuk Z yang berlawanan arah. Bentuk wadah dibuat sedemikian rupa, sehingga dapat dicegah sudut-sudut mati. Wadah dibuat supaya dapat terbalik, sehingga memudahkan pengeluaran ini. Lengan remas dapat mempunyai bermacam-macam isi.

5. Alat Campur Arus Lawan
Alat campur arus lawan terdiri dari bejana yang berputar berlawanan arah dengan daun bejana.

6. Bejana Campur
Bejana campur merupakan bejana yang dilengkapi dengan lengan pengaduk. Bejana campur dipergunakan untuk mencampur zat cair dengan zat padat yang dapat larut atau yang tidak dapat larut dan untuk mencampur zat cair yang dapat bercampur ataupun yang tidak dapat bercampur.
Bejana umumnya berbentuk silinder, dan dibawahnya sering terdapat bagian berbentuk kerucut atau bulat. Bejana dapat dilengkapi dengan mantel untuk pemanasan atau pendinginan.

7. Pencampur Gas

MACAM-MACAM LENGAN PENGADUK

Terdapat beberapa jenis lengan pengaduk yaitu :
1. Lengan Pengaduk Tipe Bingkai
Lengan pengaduk tipe bingkai umumnya digunakan untuk mencampur zat cair yang sangat kental (mudah melekat). Kecepatan putaran dari alat pengaduk cukup rendah, antara ½ – 1 putaran tiap detik.
2. Lengan aduk tipe baling-baling
Lengan aduk tipe baling-baling mempunyai putaran yang cukup tinggi kurang lebih 3 putaran tiap detik. Alat ini digunakan untuk zat yang ringan
3. Lengan aduk tipe turbo (sentrifugal)
Alat aduk tipe turbo terdiri dari sebuah kipas dari pompa sentrifugal yang dipasang pada alat poros aduk. Sama seperti pompa sentrifugal, zat cair diisap dari arah aksial (searah poros) dan diumpankan dengan arah tangensial (tegak lurus arah jari-jari lingkaran).
Jenis alat aduk ini khusus digunakan untuk pencampuran zat cair yang sukar bercampur (pembentukan emulsi).
4. Agitator
Pencampuran dilakukan dengan bantuan udara. Hanya dgunakan untuk zat yang tidak rusak jika terkena udara. Pencampuran dilakukan dengan memasukkan udara kedalam bejana.
Keuntungan sistem ini :
a. Tidak diperlukan lengan aduk dengan elektro motor, yang biasanya berharga mahal
b. Pemeliharaan lebih mudah, karena tidak adanya bagian yang bergerak
Kelemahan sistem ini :
a. Tidak dapat digunakan untuk zat yang mudah menguap
b. Tidak dapat digunakan untuk zat cair yang tegangan permukaannya rendah, karena akan menghasilkan busa
c. Pemakaian energi besar, karena udara yang didapatkan banyak energi
d. Dibutuhkan sebuah alat pelepas udara
5. Vibrator
Alat aduk yang terdiri sebuah cakra yang diberi performasi tirus, yang dipasang pada suatu poros vertikal. Poros tidak berputar tetapi bergerak turun naik dengan cepat sehingga terjadi aliran dalam (intern). Dapat digunakan untuk mencampur zat cair maupun membuat emulsi dari beberapa zat cair. Zat cair yang tidak terlalu berat juga dapat dicampur secara homogen dalam zat cair.
6. Peralatan pompa
Sistem ini digunakan untuk membuat campuran yang homogen pada tangki atau menjaga suatu tangki besar tetap homogen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s