Perasaan Iri yang Tak Sehat..!

Perasaan Iri yang Tak Sehat..! Psikologi:

  • Perasaan iri itu wajar, jika masih dalam kategori sehat. Lumrah pula jika perasaan itu terjadi pada anak-anak yang sedang dalam masa perkembangan. Persoalan muncul jika rasa iri tak sehat terjadi pada orang dewasa.

Kasus:

“Ibu Dewi, saya ingin menceriterakan persoalan ini, bukan karena saya mengalami sebagai sasaran iri hati. Saya justru sebagai orang yang melihat bahwa iri hati tampakaya bisa menimbulkan ketidaknyamanan luar biasi bagi orang yang menjadi sumber keirian itu. Ceritanya,  di kantor kami ada seorang teman, sebutlah namanya Ivan yang saya pikir memiliki perasaan iri hati berlebihan. Dia selalu menunjukkan rasa tidak senang terhadap orang lain yang mendapatkan promosi, penghargaan, perhatian. bahkan sekadar pemberian sapaan lebih dulu. Misalnya ada kawan yang ditunjuk menjadi ketua panitia piknik perusahaan, dia akan menunjukkan reaksi tidak suka secara terbuka. Begitu pun jika ada teman yang dikerubuti teman-teman lain karena memiliki bahan cerita menarik atau orang itu menjadi tempat curhat, dia pun menunjukkan ketidaksenangan. Ivan bukannya tidak memiliki kelebihan. Dia cukup cerdas, produktif sehingga memiliki kedudukan lumayan. Sayangnya, dia tampaknya belum dewasa. Kebetulan di kantor kami ada seorang teman, sebutlah namanya Budi, yang lebih junior baik dalam usia maupun pengalaman kerja, namun memiliki potensi dan aneka kelebihan lain dibanding Ivan. Karena itulah Budi lebih cepat naik kariernya. Dibandingkan lainnya, Budi inilah yang paling menjadi sasaran iri hati Ivan. Ketidaksenangan Ivan terhadap Budi sudah diperlihatkan sejak dia baru masuk kerja dan terus berlanjut hingga pada suatu hari Budi berkata pada saya. Sudah tidak kuat lagi saya bekerja di sini. Bukan karena sebab apa pun, kecuali bahwa saya sudah tidak sanggup lagi menjadi objek iri hati Pak Ivan. Saya sangat menyesalkan keadaan ini dan baru menyadari bahwa rasa iri ternyata bisa sangat rnengganggu hubungan kerjasama dalam tim dan perusahaan bisa dirugikan karena kehilangan orang baik dan potensial. Budi akhirnya pindah ke perusahaan lain. Ivan sendirii selama ini cenderung memilih teman-teman dekat yang tingkatnya jauh di bawah dia dalam usia, kedudukan, pendidikan, maupun kemampuan ekonomi. Namun, mereka tampaknya dapat dikendalikan dan diaturnya. Saya sangat mengharapkan penjelasan Ibu Dewi tentang persoalan iri hati ini. Harus diakui, saya sendiri kadang-kadang memiliki rasa iri, tapi tidak sampai sebegitu mengganggu diri sendiri maupun orang lain.”

(Rusty, Yogya)

Jawab:

Perasaan Wajar

  • Benarkah ada rasa iri yang sehat? Kata iri umumnya diartikan tidak sehat. Kalau kita ingat masa kanak-kanak dulu antara satu anak dengan yang lain, antara kakak dengan adik, bisa timbul perseteruan kuat karena salah satu ada yang iri.

Rasa iri yang timbul pada masa kanak-kanak bisa saja dikarenakan salah satu pihak melihat bahwa pihak lainnya mendapat atau mencapai sesuatu yang lebih baik atau lebih banyak daripada dia.

Rasa iri ini menjadi lebih kuat lagi apabila pada mereka ada perasaan atau anggapan bahwa orang lain tidak berhak atau pantas untuk mendapatkan sesuatu itu. Biasanya mereka yang iri itu menilai bahwa dirinya serba lebih dibandingkan dengan yang lain. Anak-anak yang memiliki rasa iri seringkali menunjukkan sifat-sifat yang kurang baik dalam berhubungan denga lingkungan. Dia bisa menunjukkan sikap permusuhan antara lain dengan tidak mau bicara, mencibir, dan mengolok-olok pihak yang membuatnya iri. Hanya saja, pada anak-anak jangka waktu permusuhan ini cepat berlalu.

Peristiwa seperti ini sering dijumpai pada anak-anak dan dianggap wajar karena mereka masih berada dalam masa perkembangan sosial dan emosional. Mereka masih sulit untuk bisa mengendalikan diri agar tidak menampilkan sikap permusuhan secara terbuka. Dan itu wajar saja.

Namun, jika sikap-sikap seperti yang ditunjukkan oleh anak-anak tadi masih bisa kita jumpai pada orang dewasa, apalagi sudah bekerja, kita dapat mengatakan bahwa dia sebenarnya belum dewasa.

Rasa iri memang bukan hanya milik anak-anak. Sampai tua, orang dewasa pun masih mungkin memiliki rasa iri. Yang seharusnya berbeda adalah cara mengatasi perasaan tersebut.

Sangat Mengganggu

  • Kalau kita melihat pada kasus Ivan, rata-rata orang di sekitarnya menilai bahwa sikap dia kekanak-kanakan. Padahal, teman-teman yang di lingkungan kerjanya mengakui bahwa dia adalah orang yang produktif.

Ivan bahkan diakui sebagai orang yang cerdas, sehingga sangat disayangkan bahwa ia masih memiliki cara-cara yang tidak dewasa seperti itu. Selama sikap Ivan ini tidak mempunyai kaitan dengan masalah kerja sama, artinya kalau pekerjaan dia tidak ada hubungan dengan kepentingan pekerjaan dengan orang lain, sikap iri hati berlebihan itu tidak perlu dirisaukan.

Kita bisa mengatakan bahwa sifat kekanak-kanakannya adalah ciri khas dia yang tidak perlu dipermasalahkan. Namun, apabila sikap yang dia tunjukkan itu berdampak pada orang lain yang harus selalu bekerja sama dengan dia dalam satu kelompok, sikap Ivan ini perlu mendapat perhatian serius.

Mengapa demikian? Tak lain karena sikap yang ditampilkan akibat rasa iri pada dirinya itu sudah dapat digolongkan tidak sehat. Cara Ivan memperlakukan dan menghadapi kawannya, Budi, sudah tidak wajar lagi sebagai orang dewasa.

Budi sudah merasa sangat terganggu kalau harus bekerja sama dengan Ivan. Jelas hal ini akan berakibat pada kinerja yang tidak optimal. Bahkan bisa merugikan unit kerja yang bersangkutan.

Iri Positif

  • Cukup banyak individu dewasa yang masih bisa mempunyai rasa iri kepada orang lain yang lebih berhasil, diakui, dan diperhatikan oleh orang-orang lain.

Namun, perasaan iri tersebut tidak menimbulkan sikap-sikap negatif bagi orang lain maupun bagi dirinya sendiri. Bahkan justrru sebaliknya perasan iri itu memacu dia untuk berusaha melakukan upaya-upaya konstruktif agar mendapatkan apa yang diperoleh oleh orang lain tadi.

Misalnya iri karena orang lain yang menurut dia tidak sepandai dirinya ternyata bisa mendapatkan promosi. Kondisi ini selain menimbulkan rasa iri ternyata mendorong atau menyadarkan dia untuk mencari tahu lebih jauh apa yang membuat orang tersebut dipromosikan dan bukan dirinya.

Bisa saja akhirnya dia mendapatkan jawaban bahwa orang lain tadi dipromosikan karena kreatif dan luwes yang ternyata kedua faktor tersebut tidak dimilikinya. Karena dia juga tetap ingin maju menyaingi rekan tadi, orang tersebut mulai saat itu mencoba menunjukkan keunggulan-keunggulannya secara lebih besar lagi. Inilah yang disebut iri positif atau sehat, lawan kata dari iri negatif atau yang tidak sehat, yang tak merugikan orang lain maupun diri sendiri.

Penanganan Khusus

  • Kalau Ivan pada dasarnya memiliki perasaan iri kepada Budi dan betul bahwa sikapnya sudah mulai merugikan Budi dalam lingkungan kerjanya, sudah saatnya Ivan diberi penanganan atau pembimbingan lebih khusus.

Dalam hal ini orang yang tepat untuk membantu adalah yang cukup dekat atau atasan langsungnya. Tentu saja tidak dengan menuding bahwa dia telah bersikap buruk, melainkan mencoba menyadarkan bahwa kadang-kadang ada sikap-sikap kerja sama dia yang kurang positif. Bisa juga menyampaikannya sebagai umpan balik di saat yang paling tepat, misalnya ketika penilaian kerja (PK).

Jika Budi belum telanjur keluar atau jika Anda mengalami peristiwa seperti Budi yang menjadi objek iri hati, sebaiknya tetap berusaha berbesar hati datang kepada Ivan atau siapa pun teman Anda, untuk membicarakan atau mengungkapkan perasaan tersebut. Usahakan sebisanya agar persoalan tersebut dapat diselesaikan diantara Anda.@

Jumat, 02 Mei 2003, 12:19 WIB

Jakarta, Jum’at

Oleh: DR. Dewi Matindas, Psikolog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s